Senin, 25 November 2013

Pari Island part 1

Ini cerita tentang perjalanan gw ke pulau Pari, Kepulauan Seribu bersama teman-teman.

Jam 6 meleset sedikit, gw dan teman-teman sudah sampai di Muara Angke, aroma khas Muara Angke telah menyapa kami pagi itu. Di sana kami sudah dijemput seseorang yang akan menjadi guide kami di Pulau Pari. Perjalanan menuju kapal yang akan kami tumpangi, ternyata menjadi sebuh cerita menarik. kami harus melompati beberapa kapal, saat itu empat kapal dari dermaga. Hingga sampailah pada kapal tujuan. 

Yang sangat disayangkan, akses menuju kapal itu sangat mengerikan, tidak ada jembatan untuk menuju kapal, dan yang ada adalah kawat-kawat yang menganga ke atas, so kalau kita meleng sedikit aja, wassalam deh kaki. 

30 menit perjalanan gw akhirnya memilih untuk masuk ke dalam kapal, panas bo' cuaca di depan, secara gw kalah banget kalo disuruh ngadu sama sinar Matahari yang mentereng itu, langsung down gw, sementara temen-temen gw masih anteng berjemur di luar kapal. Ternyata tepat gw memilih masuk ke dalam kapal, adeeeemm, sampai gw bisa tidur.

Singkat cerita setelah menempuh 2 jam perjalanan dari Muara Angke sampailah kami di Pulau Pari. Cuaca masih panassss, untunglah sampai di home stay langsung ada welcome drink, terbayarkan lah kepala gw yang pusyiangg karena kepanasan tadi. Es Kelapa Muda yang hmmm, yummy gw lahap abis, untunglah gw gak khilaf untuk makan batoknya juga.

Setelah bersantai sebentar, kami langsung bersepeda menuju Virgin Beach, kerenlah pantainya, tidak begitu ramai. Sayangnya saat itu gw lagi gak mood banget buat ngebasahin baju, secara gw pake blouse. Ribet. Jadi gw asik aja foto-foto. Sementara teman-teman gw yang lain tak dapat menahan godaan untuk nyemplung ke air. Setelah puas di Virgin beach, kami kembali ke home stay, mandi dan langsung ganti baju. Setelah para cewe-cewe itu selesai touch up, menujulah kami ke LIPI yang ada di Pulau Pari ini untuk melihat sunset. sayangnya pantai dibelakang LIPI ini sedang surut, dan ternyata banyak banget sampah di sana, sangat disayangkan. dan karena langit sedang berawan maka hilaglah kesempatan kami untuk melihat sunset. But it's ok.

Azan Magrip pun berkumandang, kami pun bergegas pulang. Setelah sholat Magrip. gw dan teman-teman bersantai, hujan turun saat itu. Pas bangetlah, bersantai di kasur sambil bercengkrama, nonton tv, dan ngemil, kita pun akhirnya tewas sebelum jarum jam menunjukkan pukul 9 malam. (Itu menurut info dari temen gw yang masih melek sendirian, secara gw molor paling duluan, hahahahh). Alhasil rencana barbeque malam itu gagal total.

Ok sampai sini dulu yaa,...
  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar